Uji Aktivitas Ekstrak Andaliman dengan Pelarut Berbeda Terhadap Antibakteri Bacillus subtilis dan Escherichia coli
DOI:
https://doi.org/10.31258/s8qm7926Keywords:
andaliman, antibakteri, fitokimia, KBMAbstract
Andaliman merupakan tanaman yang pada umumnya tumbuh liar di daerah perbukitan yang bersuhu rendah. Andaliman bekerja sebagai antibakteri melalui penghambatan fungsi membran sel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri Bacillus subtilis dan Escherichia coli dari ekstrak andaliman, mengetahui komponen bioaktif dari ekstrak andaliman pada pelarut zona terluas, serta mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak andaliman terhadap bakteri Bacillus subtilis dan Escherichia coli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksploratif. Pada uji aktivitas antibakteri ekstraksi buah andaliman menggunakan pelarut yang berbeda (etil asetat, hexana, air, dan metanol) dan data hasilnya dianalisa secara deskriptif meliputi; identifikasi komponen bioaktif yang terkandung pada ekstrak buah andaliman. Parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram, dan komponen bioaktif. Ekstrak andaliman pelarut metanol merupakan zona hambat paling besar pada uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Bacillus subtilis dan Escherichia coli. Senyawa fitokimia ekstrak andaliman dengan pelarut metanol mengandung alkaloid, flavonoid, steroid/terpenoid, saponin, dan fenol. Hasil pengujian KHM pada bakteri Bacillus subtilis adalah 1,56% dan pada bakteri Escherichia coli adalah 3,12%. Hasil pengujian KBM pada bakteri Bacillus subtilis 12,5% dan pada bakteri Escherichia coli adalah 50%.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Indonesian Journal of Fish Processing Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



